Lape, 12 Desember 2025 — Pemerintah Desa Lape menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Peningkatan Kapasitas UMKM Melalui Website Desa dan Konten Kreator Desa Lape Tahun 2025” pada tanggal 15 Desember 2025 di Aula Kantor Desa Lape. Kegiatan ini merupakan upaya strategis pemerintah desa dalam meningkatkan kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi perkembangan ekonomi digital.
Sebanyak 30 pelaku UMKM dari enam dusun, yaitu Lape Atas, Lape Bawah, Karato, Batu Praga, Unter Malang, dan Bahagia, dijadwalkan menjadi peserta Bimtek. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman terkait pemanfaatan teknologi, termasuk optimalisasi website desa, platform media sosial, serta konten kreatif sebagai sarana penunjang pemasaran produk unggulan desa.
Penguatan Kapasitas Digital UMKM
Kepala Desa Lape, Joni Ardiansyah, A.Md, menyampaikan bahwa adaptasi UMKM terhadap perkembangan digital merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari.
“Melalui kegiatan ini kami mendorong pelaku UMKM agar mampu mempromosikan produk lokal secara lebih luas melalui website desa, platform media sosial, dan konten kreatif. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Narasumber Profesional
Bimtek ini menghadirkan tiga pemateri utama:
1. Muhammad Ungang, S.H
Perwakilan OpenDesa Wilayah NTB & Pendamping SID Kabupaten Sumbawa
2. Indra Therashov Kusuma C.CC., C.DMP
Juara 1 Nasional OVOY Bhakti Kominfo RI & Pengelola Desa Wisata Sapitu Lape
3. Fakhrurrizki Nyemin
CEO Samaras Sia & Ketua Forum UMKM Kabupaten Sumbawa
Materi lengkap dari masing-masing pemateri disampaikan langsung pada hari pelaksanaan. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan wawasan peserta sekaligus menumbuhkan inovasi baru dalam pengelolaan usaha.
Sinergi dengan Program Pemerintah
Pemerintah Desa Lape menargetkan agar kegiatan ini dapat membuka peluang kolaborasi UMKM dengan berbagai program pemerintah di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Kesempatan partisipasi dalam event budaya, pariwisata, pameran UMKM, dan kegiatan ekonomi kreatif diharapkan mampu memperluas jejaring pemasaran, mendorong potensi ekspor produk unggulan desa ke pasar internasional, serta membantu peningkatan pendapatan masyarakat.